Senin, 12 Desember 2011

Ilahi Lastu lil-Firdausi Ahlan ...


Bait syair munajat ini dulu sering ku baca sebelum sholat Asar (antara adzan dan iqamah) sebagai dzikir rutin bersama teman-teman. Syair ini disisipi juga dengan bait syair Imam al-Syafi'i rahimahullah :

إلهى لست للفردوس أهلا ... ولا أقوى على نار الجحيم
فهب لى توبة واغفر ذنوبى ... فإنك غافر الذنب العظيم
ذنوبى مثل أعداد الرمــال ... فهب لى توبة ياذالـــــــجلال
وَعُمْرِى نَاقِص فِى كُلِّ يَوْمٍ ... وَذَنــْبِى زَائِدٌ كَيْفَ احْتِمَالىِ
شَكَوْتُ اِلَى وَكِيْعٍ سُوْءٍ حِفْظِىْ ... فَأَرْشَدَنِى اِلَى تَرْكِ الْمَعَاصِىْ
فَإن الحفظ فضل من إلهى  ... وفضل الله لا يعطى لعاصى

"duhai Ilahi aku tidak pantas sebagai penghuni surga Firdaus,
namun aku tidak kuasa atas panasnya neraka Jahim"

"Maka anugerakanlah kepadaku taubat dan ampunilah dosaku,
sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dosa-dosa yang besar"

"Dosa-dosaku laksana bilangan pasir di pantai,
maka anugerahkan kepadaku taubat duhai Dzat Pemilik Keagungan"

"Umurku terus berkurang setiap hari,
sementara dosaku terus bertambah, bagaimana aku menanggungnya"

"Aku mengadu kepada Imam Waki' tentang jeleknya hafalanku,
maka beliau memberiku nasehat supaya meninggalkan maksiat"

"Sebab sesungguhnya halafan merupakan karunia Ilahi,
dan karunia Allah tidak akan diberikan kepada pelaku maksiat"


Syair-syair yang banyak beredar, yang dikatakan sebagai syair tokoh Sufi Jenaka Abu Nawas memiliki tambahan sebagai berikut :

اِلَهِى عَبْدٌكَ الْعَاصِى اَتَاكَ ... مُقِرًّا بِالذُّنــُوْبِ وَقَدْ دَعَاكَ
وَإِنْ تَـغْفِرْ فَأَنْتَ لِذَاكَ اَهْلٌ ... وَإِنْ تَطْرُدْ فَمَنْ يَرْحَمْ سِوَاكَ
شَكَوْتُ اِلَى وَكِيْعٍ سُوْءٍ حِفْظِىْ ... فَأَرْشَدَنِى اِلَى تَرْكِ الْمَعَاصِىْ
وَأَخْبَرَنـِى بِأَنَّ الْعِلْمَ نـُـوْرٌ ... وَنــُوْرٌ اللهِ لاَيَهْدِى لِعَاصِى

"Duhai Ilahi.. hamba-Mu pelaku maksiat datang kepada-Mu, berlumuran dengan dosa-dosa, sungguh memohon kepada-Mu"

"Jika Engkau mengampuni, sesungguhnya Engkau memang Maha Pengampun, namun jika Engkau menolak, kepada siapa lagi mengharap belas kasih selain-Mu ?

"Aku mengadu kepada Imam Waki' tentang jeleknya hafalanku, maka beliau memberiku nasehat supaya meninggalkan maksiat"

"Dan juga memberi tahukanku bahwa ilmu adalah cahaya, dan cahaya Allah tidak akan diberikan kepada pelaku maksiat"

Sebagian bait-bait diatas juga rutin dibaca setelah shalat Jum'at dibeberapa masjid, sebab memang terdapat keterangan dalam beberapa kitab tentang faidah membacanya. Berikut keterangannya :

الثانية: عن سيدي عبد الوهاب الشعراني - نفعنا الله به - أن من واظب على قراءة هذين البيتين في كل يوم جمعة، توفاه الله على الإسلام من غير شك، وهما :
إلهي لست للفردوس أهلا * ولا أقوى على نار الجحيم
 فهب لي توبة، واغفر ذنوبي * فإنك غافر الذنب العظيم
ونقل عن بعضهم أنها تقرأ خمس مرات بعد الجمعة

"Diriwayatkan dari Sayyid Abdul Wahhab al-Sya'raniy -nafa'anaallahu bihi (semoga Allah memberikan manfaat kepada kita dengannya) - bahwa siapa-siapa yang rutin membaca dua bait ini setiap hari jum'at, niscaya Allah akan mewafatkannya dalam keadaan Islam tanpa diragukan lagi, berikut adalah dua bait tersebut : 

إلهي لست للفردوس أهلا * ولا أقوى على نار الجحيم
 فهب لي توبة، واغفر ذنوبي * فإنك غافر الذنب العظيم

dan dikutip dari sebagian ulama bahwa hal itu dibaca berulangn-ulanng sebanyak 5 kali setelah shalat Jum'at" (I'anatuth Thalibin, Al Bakri Syatha Ad Dimyathi)


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komunitas Blogger Madura